Blitar , 4 Agustus 2026 — Yayasan Pendidikan dan Sosial Al-Khusyu’ kembali menggelar Supervisi Kinerja Guru untuk mengevaluasi dan memperkuat kualitas pembelajaran. Sebanyak 34 guru hadir di lingkungan sekolah pada pukul 12.00–16.00 WIB, mengikuti rangkaian sesi yang dipandu langsung oleh Bapak Ali Djamhuri dan Ibu Wildiana Zuhrina.
Guru memegang peran kunci dalam membentuk kualitas pendidikan. Kegiatan yang berlangsung tanggal 4 Agustus tersebut tidak hanya menyoroti aspek administratif dan teknis di kelas, tetapi, lebih penting dari itu, menjadi ruang refleksi bersama tentang arah besar pendidikan di Al-Khusyu’. Dalam paparannya, narasumber menyoroti tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian guru:
- Menghidupkan kembali ruh perjuangan, memastikan setiap aktivitas belajar-mengajar tetap berpijak pada nilai dasar dan orientasi utama yayasan.
- Evaluasi kinerja dan komitmen perbaikan, meninjau efektivitas metode yang selama ini diterapkan, lalu merumuskan langkah konkret untuk peningkatan.
- Memperkuat peran guru sebagai teladan. Dalam budaya Jawa, guru adalah sosok yang “di-gugu” (dipatuhi nasihatnya) dan “di-tiru” (diteladani perilakunya). Ini menjadi pengingat bahwa guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi siswa.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para guru saling bertukar masukan, menyamakan persepsi, dan memperkuat komitmen bersama untuk kemajuan lembaga.
Rangkaian acara ditutup dengan makan bakso bersama. Momen ini menjadi kesempatan untuk mencairkan suasana setelah diskusi yang cukup padat, sekaligus mempererat silaturahmi antar-guru. Lelahnya hilang, ganti sama tawa dan rasa kebersamaan.
Melalui supervisi ini, diharapkan guru-guru Al-Khusyu’ semakin mantap dan terarah dalam menjalankan tugas mendidik generasi mendatang.


Leave feedback about this