Berita Al Khusyu Blog Baitul Quran Reader Club Baitul Qur’an Al-Khusyu’ Bahas Buku Cak Nun hingga Robert Greene
Baitul Quran

Reader Club Baitul Qur’an Al-Khusyu’ Bahas Buku Cak Nun hingga Robert Greene

AL KHUSYU – Reader Club (RC) Baitul Qur’an Al-Khusyu’ berarti kelompok pembaca. Para santri BQ sangat ditekankan untuk membaca buku, idealnya satu buku dalam satu bulan. Setelah itu, ada kegiatan resensi buku yang diadakan tiap bulan di minggu pertama. Empat sampai lima anggota mempresentasikan apa yang dibaca kepada anggota RC lain. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi umat Islam, khususnya para santri Baitul Qur’an Al-Khusyu’.

Kegiatan Reader Club merupakan penerapan dari wahyu yang pertama kali diterima Rasulullah Saw, yaitu Surat Al-Alaq ayat pertama. Ayat tersebut menekankan umat Islam untuk membaca. Dalam arti luas, membaca di sini mungkin tidak sebatas membaca buku. Akan tetapi, membaca buku jelas bagian dari perintah Allah tersebut.

Membaca buku itu membuka dunia. Kalimat yang sekaligus menjadi slogan RC Baitul Qur’an Al-Khusyu’ tersebut memiliki makna yang begitu dalam. Peristiwa-peristiwa hebat, pengetahuan yang mendalam, dan rahasia-rahasia dunia tersimpan dalam rangkaian kata-kata yang tertulis dalam lembaran-lembaran kertas yang dijilid rapi: buku. Para ulama, filosof, ilmuwan, serta orang hebat lainnya mendokumentasikan ilmu-ilmu dan rahasia-rahasia dunia dalam buku. Bahkan, Allah Swt juga menuntun kehidupan umat manusia melalui buku. Oleh karena itu, dengan membaca buku, cakrawala pengetahuan akan dunia akan terbuka.

Pada 5 Oktober 2025, Reader Club Baitul Qur’an Al-Khusyu’ menggelar acara bulannya yang ke-6 tahun 2025. Acara yang diselenggarakan di sanggar Al-Qur’an Malang ini menampilkan empat presenter dengan empat genre buku yang berbeda. Presenter pertama mempresentasikan buku karangan Cak Nun yang berjudul “Hidup itu harus pintar nge-gas dan nge-rem.” Inti dari buku tersebut adalah saran agar orang dapat menyadari kondisinya sehingga ia tahu kapan harus berbuat (nge-gas) dan menahan diri (nge-rem).

Presenter kedua menjelaskan tentang seni dalam komunikasi verbal. Buku yang dipresentasikan berjudul “Bicara itu Ada Seninya.” karangan ahli komunikasi Korea Selatan Oh Su Hyang. Buku ini memberikan langkah-langkah praktis supaya pembicaraan mudah diterima dan berkesan bagi orang lain. Berikutnya, presenter ketiga juga tidak jauh berbeda. Akan tetapi, buku yang dipresentasikan lebih terkhusu dalam pembentukan kebiasaan. Buku “Presenter terakhir menutup acara dengan buku yang sangat menarik kaum muda. Buku itu berjudul “The Art of Seduction” karangan Robert Greene yang mengungkap rahasia dalam merayu orang lain. Buku yang juga dianggap kontroversial ini menjelaskan bagaimana seseorang dirayu (dimanipulasi) oleh lawan jenisnya. Penjelasan trik psikologi ini memiliki manfaat yang baik untuk menjaga hubungan interpersonal, khususnya antara laki-laki dan perempuan.

Reader Club edisi ke-6 tahun 2025 membuka cakrawala pengetahuan yang bermanfaat, khususnya untuk kalangan muda. Para santri mendapatkan wawasan tentang seni atau cara-cara halus dalam kehidupan, dalam berbicara, pembentukan kebiasaan, dan pengelolaan hubungan interpersonal yang baik. Semua wawasan itu hanya bertujuan untuk hidup yang lebih baik.***

Exit mobile version