Berita Al Khusyu Blog Berita Pesantren Sekolah Cendekia BAZNAS Bersinergi dengan Pesantren Alkhusyu, Kirim 6 Guru Tahfidz untuk Program Pengabdian
Berita Pesantren Headline

Sekolah Cendekia BAZNAS Bersinergi dengan Pesantren Alkhusyu, Kirim 6 Guru Tahfidz untuk Program Pengabdian

Yayasan Al Khusyu dengan Baznas di MI Al Khusyu Wates Blitar

BLITAR – Sekolah Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan kunjungan strategis ke Sekolah Pesantren Gratis Alkhusyu SC Malang yang berlokasi di Desa Tugurejo, Blitar, Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjalankan program pengabdian masyarakat melalui pengiriman tenaga pengajar.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Sekolah Cendekia BAZNAS dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Eko. Rombongan membawa serta enam guru tahfidz, yang terdiri dari empat guru laki-laki dan dua guru perempuan. Para guru ini dijadwalkan untuk bertugas dan mengajar di Pesantren Alkhusyu selama hampir satu bulan.

Pihak Pesantren Alkhusyu menyambut kedatangan ini dengan antusias dan rasa syukur. Meski baru memasuki usia tahun keempat, pesantren ini dinilai memiliki lingkungan pembelajaran yang unik.

Selama kunjungan, Bapak Eko berkesempatan meninjau berbagai fasilitas di area sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang kreatif, hingga laboratorium perkebunan dan taman bonsai karya para santri. Ia memberikan apresiasi terhadap metode pendidikan yang diterapkan di Alkhusyu.

“Jangan paksakan anak untuk pintar, nanti kita akan selalu marah karena anaknya tidak menjadi pintar. Tapi ajarkan anak untuk bisa memahami, maka kita akan menjadi sabar,” ujar Eko dalam pesannya untuk Alkhusyu. Ia berharap keberkahan selalu menyertai para pendidik yang menjalani prinsip tersebut.

Siti Rahmawati, salah satu pengajar dari Sekolah Cendekia BAZNAS Bogor yang turut dalam program pengabdian ini, mengungkapkan kesan mendalamnya selama berada di Blitar. Menurutnya, meski fasilitas pesantren tergolong sederhana dibandingkan sekolah modern, suasana kekeluargaan dan adab para santri menjadi nilai utama.

“Bukan karena tempatnya megah atau mewah kami nyaman di sana, tetapi karena merasakan kekeluargaan yang erat. Di Al-Khusyu, kami melihat para santri yang sangat memuliakan gurunya. Bagi mereka, guru adalah ladang keberkahan,” ungkap Siti.

Ia menambahkan bahwa kesederhanaan fasilitas justru membentuk kemandirian dan sifat qonaah pada diri santri, menjauhkan mereka dari gaya hidup hedonis, serta fokus pada pembentukan akhlak dan budi pekerti.

Sementara itu, Fajar dan Faqih, guru tahfidz yang juga bertugas, menekankan pentingnya interaksi dengan Al-Qur’an dan kesabaran dalam mengajar.

“Jadikanlah Al-Qur’an sebagai teman setiamu dalam situasi apa pun, karena ia akan menjadi penolong di hari akhir,” pesan Fajar. Senada dengan itu, Faqih menambahkan bahwa pengalaman mengajar di lingkungan baru ini mengajarkan pentingnya kesabaran dan istiqomah dalam mendidik generasi Islam yang unggul.

Sinergi antara Sekolah Cendekia BAZNAS dan Pesantren Alkhusyu ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang mulia bagi agama dan negara.

Exit mobile version