Berita Al Khusyu Blog Berita Yayasan Tinjau Fasilitas Pendidikan, Nanda Gudban dan Yayasan Al-Khusyu’ Sambangi YPAC Malang
Berita Yayasan Headline Kerja Sama

Tinjau Fasilitas Pendidikan, Nanda Gudban dan Yayasan Al-Khusyu’ Sambangi YPAC Malang

MALANG – Yayasan Al-Khusyu’, sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial keagamaan, melakukan kunjungan dengan tokoh publik ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Malang. Pada hari Rabu (4/2/2026), Dr. Yaqud Ananda Gudban, SS., SST.Par., MM., hadir meninjau langsung kondisi fasilitas pendidikan dan pengasuhan di lokasi tersebut. Kunjungan ini ditemani oleh Hj. Wildiana Zuhrina, S.Pd, atau yang akrab disapa Bu Ina. Kehadiran Nanda Gudban—sapaan akrab Dr. Yaqud Ananda Gudban—disambut oleh jajaran pengurus YPAC dan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di bawah naungan yayasan tersebut.

Sinergi Tokoh Publik dan Lembaga Sosial

Dr. Yaqud Ananda Gudban, yang memiliki latar belakang sebagai anggota DPRD Kota Malang selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019), dikenal memiliki perhatian terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan. Dalam kunjungannya, beliau melihat dari dekat dinamika kegiatan belajar mengajar serta sarana prasarana yang digunakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Kunjungan ini dinilai penting untuk memetakan tantangan nyata yang dihadapi oleh lembaga pendidikan luar biasa dalam memberikan pelayanan optimal bagi siswa didik. Keterlibatan figur yang memiliki pengaruh diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara kebutuhan di lapangan dengan para pemangku kebijakan maupun masyarakat luas.

Kegiatan KBM di SLB YPAC Kota Malang

Komitmen Terhadap 17 Anak Asuh

Kunjungan ini juga memperlihatkan komitmen Yayasan Al-Khusyu’ dalam bidang sosial. Berdasarkan data yayasan, saat ini Yayasan Al-Khusyu’ tercatat aktif mengasuh 17 anak penyandang disabilitas yang bersekolah dan diterapi di YPAC Kota Malang. Tanggung jawab ini meliputi dukungan pembiayaan dan perhatian terhadap perkembangan pendidikan mereka. Yayasan Al-Khusyu’ menyadari bahwa penanganan disabilitas tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, dan lembaga filantropi.

Menggalang Potensi Donatur

Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan pendidikan luar biasa adalah tingginya biaya operasional dan kebutuhan alat bantu khusus bagi para siswa. Melalui eksposur dari kunjungan ini, diharapkan atensi dari para donatur dan dermawan di Kota Malang maupun sekitarnya dapat meningkat.

Kehadiran figur seperti Nanda Gudban diharapkan menjadi stimulus yang efektif untuk mengajak lapisan masyarakat yang lebih luas agar lebih peduli dan mau berbagi dengan anak-anak istimewa ini.

Dengan adanya sinergi antara Yayasan Al-Khusyu’, YPAC, dan tokoh masyarakat, diharapkan tercipta ekosistem yang lebih ramah dan suportif bagi tumbuh kembang anak-anak penyandang disabilitas di masa depan.

Exit mobile version