BLITAR – Sebuah momen penting tercatat dalam perjalanan Pondok Pesantren Al-Khusyu’ pada akhir tahun 2023 lalu. Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi, hadir secara langsung di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, untuk meresmikan inisiatif kemandirian pangan berbasis pesantren. Kehadiran pejabat tinggi negara ini menandai pengakuan atas potensi Al-Khusyu’ sebagai salah satu mitra strategis dalam pengembangan sektor pertanian di wilayah pedesaan.
Dalam momentum tersebut, dilakukan prosesi simbolis dimulainya pengembangan fasilitas edukasi pertanian di lingkungan pesantren. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi sarana pembelajaran bagi para santri untuk mengenal dunia agribisnis. Pemerintah memandang bahwa pesantren memiliki peran vital—dengan ketersediaan lahan dan sumber daya manusia—untuk turut serta menjaga stabilitas pangan masyarakat di tengah tantangan global.
Sebagai bentuk atensi pemerintah, Kementerian Pertanian menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan sektor riil di pesantren, baik melalui penguatan kapasitas santri maupun dukungan sarana prasarana penunjang. Langkah ini selaras dengan visi pesantren untuk tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berwirausaha di bidang pertanian.
Pengasuh Ponpes Al-Khusyu’, Prof. Ali Djamhuri, menyambut baik kunjungan dan atensi dari pemerintah pusat tersebut. Beliau menilai bahwa kehadiran Wamentan di wilayah perbatasan Malang-Blitar ini menjadi motivasi tersendiri bagi keluarga besar pesantren. Hal ini semakin mempertegas semangat Al-Khusyu’ untuk terus berikhtiar membangun kemandirian lembaga dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar melalui jalur pertanian.


Leave feedback about this