BLITAR – Yayasan Al-Khusyu’ yang berlokasi di Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan kualitas pendidikan vokasi. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, yayasan ini menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) yang ditujukan bagi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dinamika industri kreatif yang terus berubah, khususnya di sektor Desain Komunikasi Visual (DKV).
Kegiatan yang berlangsung intensif ini diikuti oleh 10 orang peserta, yang terdiri dari para operator sekolah di bawah naungan Yayasan Al-Khusyu’ serta guru-guru produktif SMK jurusan DKV. Fokus utama dari sesi pelatihan ini adalah menyelaraskan materi ajar di sekolah dengan kompetensi riil yang dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini.
Dalam sesi pemaparan materi, Fira, yang bertindak sebagai trainer atau instruktur utama, menyoroti adanya celah yang cukup signifikan antara muatan kurikulum nasional dengan kebutuhan lapangan. Berdasarkan pengamatan dan analisis kebutuhan industri, Fira memaparkan bahwa kurikulum yang berlaku saat ini umumnya lebih menitikberatkan pada aspek desain grafis secara teknis dan teoritis. Sementara itu, spesifikasi keahlian sebagai fotografer dan videografer sering kali tidak mendapatkan porsi pembahasan yang mendalam.
Padahal, realitas di industri kreatif tahun 2026 menunjukkan tren yang berbeda. Permintaan pasar terhadap tenaga kerja yang memiliki keahlian spesifik di bidang fotografi dan videografi cenderung lebih tinggi daripada permintaan untuk desainer grafis murni. Keterampilan menangkap visual dan memproduksi konten video telah menjadi hard skill utama yang dicari oleh berbagai perusahaan media maupun agensi digital.
Merespons kondisi tersebut, dalam pelatihan ini Fira menekankan materi pelatihan pada penguasaan teknik fotografi dan videografi. Hal ini dilakukan agar para guru dan operator memiliki pemahaman yang kuat sebelum mentransfer ilmu tersebut kepada para siswa. Tujuan akhirnya adalah mencetak lulusan yang relevan dan siap pakai.
Sebagai tindak lanjut konkret dari sesi Training of Trainers ini, Yayasan Al-Khusyu’ bersama tim pengajar sepakat untuk menyusun modul pembelajaran tersendiri. Modul internal ini dirancang khusus untuk menutupi kekurangan pada kurikulum reguler. Rencananya, modul tersebut akan menjadi panduan wajib yang memuat materi teknis fotografi dan videografi secara komprehensif, disesuaikan dengan standar peralatan dan alur kerja industri profesional.
Keterlibatan operator sekolah dalam pelatihan ini juga menjadi poin strategis. Operator tidak hanya berperan dalam administrasi, tetapi juga diharapkan memahami ekosistem digital yang sedang dibangun sekolah, sehingga dapat mendukung fasilitas teknis yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.
Inisiatif Yayasan Al-Khusyu’ di Tugurejo ini diharapkan menjadi solusi jitu dalam menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan SMK. Dengan adanya modul mandiri yang adaptif, para siswa nantinya tidak hanya akan mendapatkan ijazah, tetapi juga portofolio keterampilan yang benar-benar laku dan dicari di pasar kerja modern.


Leave feedback about this