BLITAR – Sebagai wujud komitmen dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas, Yayasan Al-Khusyu’ Tugurejo, Wates, Kabupaten Blitar, kembali melakukan terobosan dalam pengembangan sumber daya manusia. Yayasan yang menaungi jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, SMP, hingga SMK ini menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) pembelajaran Tahsin Al-Qur’an pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di kompleks Yayasan Al-Khusyu’ ini menghadirkan instruktur pendidikan Al-Qur’an, Hj. Wildiana Zuhrina, S.Pd (Bu Ina). Agenda utama pelatihan difokuskan pada bedah metode Asy-Syafi’i serta standardisasi tahsin bagi para tenaga pendidik di lingkungan yayasan. Langkah ini diambil sebagai respons strategis yayasan untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan pendampingan belajar mengaji yang tepat, terukur, dan berkualitas.
Akselerasi Kemampuan Baca Qur’an Siswa MI
Penyelenggarakan ToT ini dilatarbelakangi oleh target akademik baru yang ditetapkan oleh Yayasan Al-Khusyu’. Manajemen menargetkan siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) harus sudah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang fasih dan benar. Untuk mencapai target ambisius tersebut, metode Asy-Syafi’i dipilih sebagai instrumen pembelajaran utama karena dinilai sistematis, praktis, dan mudah dipahami oleh peserta didik usia dini hingga remaja.
Dalam pemaparannya, Bu Ina menekankan bahwa kunci keberhasilan siswa terletak pada kualitas gurunya. Sebelum metode ini diajarkan kepada siswa, para guru wajib memiliki standar bacaan atau tahsin yang mumpuni. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahan turunan dalam pelafalan makhorijul huruf maupun tajwid saat proses transfer ilmu di kelas.

Sinergi Guru Lintas Jenjang
Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang merupakan guru dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Al-Khusyu’, mulai dari tingkat RA, MI, SMP, hingga SMK Al-Khusyu’. Kehadiran peserta dari berbagai jenjang ini menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an di Al-Khusyu’ dipandang sebagai kurikulum yang berkelanjutan (continuous learning), tidak terputus hanya di tingkat dasar.
Selama sesi pelatihan, para peserta mendapatkan bimbingan intensif mengenai teknik pengajaran metode Asy-Syafi’i. Fokus utama ditekankan pada pembenahan tahsin guru. Para pendidik diajak untuk menyelaraskan persepsi dan praktik bacaan agar tercipta standar yang seragam di seluruh unit pendidikan yayasan.
Pihak yayasan berharap, melalui pelatihan intensif ini, para guru yang telah dilatih dapat menjadi trainer atau pelopor perubahan di unit masing-masing. Dengan bekal kompetensi yang telah ditingkatkan, para guru diharapkan mampu mengawal target yayasan, yakni melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan vokasi, tetapi juga memiliki kemampuan literasi Al-Qur’an yang membanggakan.
Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Yayasan Al-Khusyu’ Tugurejo sebagai lembaga pendidikan di Kabupaten Blitar yang serius menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual peserta didiknya.


Leave feedback about this