ALKHUSYU – 17 Agustus 1945 merupakan tanggal yang sarat makna: hari lahirnya bangsa yang merdeka, titik awal hak pendidikan, pekerjaan, dan kebebasan beragama. Inilah hari di mana rakyat Indonesia memperoleh jaminan hidup bersama yang memungkinkan lembaga-lembaga pendidikan berdiri tegak dan membuka pintu bagi generasi baru untuk belajar dan berkarya.
Ini bukanlah kebetulan semata, berkat perjuangan para pahlawan, yang mencurahkan segala keyakinan, keberanian, tenaga, dan pikirannya, bangsa Indonesia mampu terlepas dari belenggu penjajahan bangsa lain. Oleh karena itu, setiap kali 17 Agustus tiba, penduduk Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari anak kecil sampai orang tua, bersorak gembira memeriahkan kemerdekaan sebagai rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan.
Begitu juga Lembaga Al-Khusyu’, rangkaian berbagai acara dibuat sebagai bukti nyata rasa cinta sebagai rakyat Indonesia. Rangkaian acara dimulai dengan camping di Pantai Ngliyep, pada tanggal 15-16 Agustus 2025, yang diikuti oleh berbagai unit, mulai dari RA, MI, SMP, SMK, hingga Pondok Pesantren Al-Khusyu’, baik para santri maupun para guru Al-Khusyu’.
Acara yang juga bertujuan untuk memperingati Hari Pramuka ini diawali dengan upacara bendera dan permainan-permainan seru yang menggugah semangat para khalifah. Nyalanya api unggun di malam hari menandai inti acara tersebut, yaitu momen evaluasi diri untuk menjadi warga negara yang lebih baik lagi ke depannya.
Rangkaian acara selanjutnya yakni upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Pada 17 Agustus 2025 itu, para khalifah Al-Khusyu’ dipercaya menjadi petugas upacara di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Pasca upacara, mereka juga diberikan panggung untuk menampilkan tari kolosal khas Nusantara. Melestarikan budaya bangsa Indonesia ini adalah salah satu bentuk rasa bangga akan negara yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan, mulai dari sebelum kemerdekaan, sekarang, sampai nanti ketika hayat sudah meninggalkan badan.
Sementara itu, Pesantren Mahasiswa Baitul Qur’an Al-Khusyu’ mengadakan acara di Kebun Rojo Camp pada tanggal 6-7 September 2025. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, fun games, lomba cerdas cermat, doa bersama, dan api unggun hingga malam hari. Rangkaian acara dilanjutkan pada pagi harinya dengan kajian perenungan Al-Qur’an bersama yang dimpimpin oleh Ibu Wildiana Zuhrina. Momen yang khidmat ini adalah puncak dari sekian rangkaian acara yang dicanangkan.
Seluruh aktivitas tersebut merupakan perwujudan nyata hadits Nabi Muhammad Saw tentang ‘hubbul wathan minal iman’, yang berarti cinta tanah air itu sebagian dari iman. Merayakan dan mengisi kemerdekaan adalah salah satu perwujudannya. Al-Khusyu’ telah membuktikan rasa cintanya pada tanah air Indonesia, serta keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. Itulah makna berkesan yang tersirat dari rangkaian acara peringatan 17 Agustus yang Al-Khusyu’ selenggarakan.***

