MALANG – Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar memindahkan ayat ke dalam ingatan, melainkan sebuah proses panjang untuk memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sosial. Semangat inilah yang dibangun di Pondok Tahfidz Mahasiswa Baitul Qur’an (BQ) Al-Khusyu’, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang melalui rangkaian kegiatan harian yang terstruktur dan disiplin.
Sebagai pusat studi Al-Qur’an, napas utama kegiatan di BQ Al-Khusyu’ adalah interaksi intensif dengan Al-Qur’an. Rutinitas santri berporos pada dua pilar utama: Setoran Ziyadah (menambah hafalan baru) dan Murojaah (mengulang hafalan lama). Kedisiplinan dalam dua hal ini dijaga ketat agar santri tidak hanya mengejar target kuantitas juz, tetapi juga kualitas bacaan yang mutqin (kuat dan benar).
Namun, BQ Al-Khusyu’ tidak ingin mencetak santri yang hanya pandai menghafal (tahfidz) tanpa memahami isi kandungan agama serta pengamalannya (be Qur’an). Oleh karena itu, kurikulum diperkaya dengan kajian kitab kuning yang digelar rutin pada pagi dan malam hari.
Khazanah keilmuan yang diajarkan mencakup berbagai disiplin ilmu yang fundamental. Untuk memperkuat akidah, santri mengkaji kitab Tauhid Ummul Barohin. Dalam aspek hukum Islam dan tata cara ibadah, kajian Fiqih merujuk pada kitab At-Tadzhib dan Fathul Mu’in. Tak ketinggalan, pemahaman tekstual ayat diperdalam melalui program Tarjamah Al-Qur’an.
Pendidikan karakter dan penyucian hati (tazkiyatun nafs) juga mendapat porsi khusus melalui kajian Tasawuf kitab Nashoihul Ibad yang dilaksanakan rutin setiap minggu ketiga. Uniknya, BQ Al-Khusyu’ juga membekali santri dengan wawasan kehidupan rumah tangga melalui kajian pra-nikah kitab Uqudul Lujain, sebagai bekal kedewasaan santri menghadapi kehidupan masa depan. Hal ini juga karena hampir semua santri BQ adalah mahasiswa yang dipertimbangkan akan menjalani kehidupan berumah tangga.
Keseimbangan spiritual dan intelektual tersebut kemudian dimanifestasikan dalam bentuk kesalehan sosial. Santri dididik untuk peka terhadap lingkungan sekitar melalui berbagai kegiatan amal. Program Jum’at Berkah dan pembagian paket sembako bagi kaum Dhuafa menjadi agenda rutin yang melibatkan santri secara langsung. Hal ini bertujuan agar para penghafal Al-Qur’an ini tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.
- Yayasan Al-Khusyu’ Peringati Isra’ Mi’raj: Sholawat Burdah, Siraman Rohani, dan Sholat Sunah Berjamaah
- Monitoring Dinas Pendidikan Blitar: Langkah Awal Program Studi Perhotelan di SMK Al-Khusyu’
- Jejak Langkah OPOP: Saat Al-Khusyu’ Mengawali Kemitraan Pakan Ternak dengan Greenfields
- Menjejak Manfaat: Rekam Jejak Kolaborasi YBM PLN dan Al-Khusyu’ dalam Pemberdayaan Umat
- Tonggak Sejarah Kemandirian Pangan: Saat Kementan RI Canangkan Program Pertanian di Ponpes Al-Khusyu’

