Berita Al Khusyu Blog Berita Yayasan Maulid Nabi Muhammad Saw bersama Al-Khusyu’, Tak Sekadar Membaca Sholawat
Berita Yayasan

Maulid Nabi Muhammad Saw bersama Al-Khusyu’, Tak Sekadar Membaca Sholawat

AL KHUSYU – Maulid Nabi Muhammad Saw. merupakan salah satu momen yang paling indah bagi umat Islam. Kata “maulid” berasal dari bahasa Arab yang bermakna “waktu kelahiran”. Pada bulan tersebut, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal di tahun 571 Masehi, nabi umat Islam, ciptaan Tuhan yang paling utama, pemimpin para jin dan manusia lahir di dunia tempat kita semua tinggal ini.

Kebahagiaan tiada tara menyelimuti bumi pada waktu itu. Misalkan saja, ketika seorang ibu mendengar tangisan anaknya yang baru saja lahir, banyak orang berbahagia, apalagi momen ini adalah momen kelahiran Nabi Muhammad Saw. Dapat dibayangkan, betapa bahagianya umat Islam saat momen tersebut tiba. Bahkan, bebatuan dan pepohonan pun ikut bersuka cita atas hadirnya beliau di dunia ini. Oleh sebab itu, mensyukurinya merupakan seperti kewajiban bagi setiap orang Islam.

Al-Khusyu’ hadir karena ajaran Nabi Muhammad Saw. Saat momen kelahiran beliau tiba, Al-Khusyu’ sangat bersyukur. Pembacaan Maulid Diba’ secara rutin merupakan salah satu bentuk nyatanya. Maulid Diba’ merupakan kitab karangan Syekh Abdurrahman Ad-Diba’i, berisi syair pujian serta cerita tentang kehidupan Nabi Muhammad Saw. Pembacaan kitab ini bertujuan untuk mengenang, mempelajari, dan meneladani kisah sang pemimpin umat.

Acara peringatan maulid Nabi Muhammad Saw 1449 H memuncak pada tanggal 13 September 2025. Kegiatan ini digelar di Jombang, rumah Pak Arif dan Bu Alse, dihadiri oleh hampir semua khalifah Al-Khusyu’, termasuk para santri Baitul Qur’an Al-Khusyu’ dari Malang. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan kitab Maulid Diba’, dilanjutkan dengan doa bersama yang penuh khidmat, dan diakhiri dengan kajian mengenai Sunnah Nabi Muhammad Saw bersama Ibu Wildiana Zuhrina.

Inti kajian pada acara puncak peringatan di Jombang itu adalah pemahaman tentang sholawat. Bersholawat itu tidak hanya mengucapkan kalimat sholawat, tetapi juga mengaktualisasikan sholawat dengan perbuahan. Dengan membaca sholawat, pengajian, pengamalan sunnah, dan aksi sosial, Al-Khusyu’ bersholawat, mewujudkan rasa syukur akan kelahiran beliau Nabi Muhammad Saw.***

Exit mobile version